Jelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian Banten Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban
Sumber Gambar :Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Provinsi Banten memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Provinsi Banten. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman, dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Ari Mardiana, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah penyakit hewan yang menjadi fokus pengawasan, di antaranya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, serta brucellosis.
“Untuk kasus PMK di tahun 2025 kita nihil kasus. Namun pengawasan tetap diperketat, termasuk terhadap penyakit LSD yang mempengaruhi kondisi fisik sapi, serta antraks yang memerlukan pengawasan ketat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Ari, pengawasan kesehatan hewan di lapangan memiliki sejumlah tantangan, seperti masih banyaknya pemotongan hewan secara tradisional tanpa pengawasan veteriner yang memadai, serta keterbatasan jumlah dokter hewan dibandingkan banyaknya titik penjualan dan pemotongan hewan kurban di wilayah Banten.
Meski demikian, pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kapasitas petugas teknis di lapangan guna memastikan pengawasan berjalan optimal.
Sebagai langkah pengendalian, Dinas Pertanian Provinsi Banten akan melakukan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak penjualan yang tersebar di delapan kabupaten/kota mulai 11 hingga 25 Mei 2026. Pengawasan juga dilakukan terhadap dokumen lalu lintas ternak melalui aplikasi ISIKHNAS, di mana setiap pelaku usaha wajib melengkapi ternaknya dengan sertifikat veteriner atau surat keterangan kesehatan hewan.
Selain itu, pembinaan teknis kepada petugas terus dilakukan, termasuk pemeriksaan *ante mortem* sebelum penyembelihan dan *post mortem* setelah pemotongan untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten, kebutuhan hewan kurban pada tahun 2026 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, kebutuhan hewan kurban diprediksi mencapai 63.171 ekor, terdiri dari 14.409 sapi potong, 516 kerbau, 26.002 kambing, dan 22.224 domba.
Sementara itu, ketersediaan hewan kurban di Provinsi Banten saat ini mencapai 11.969 ekor, yang terdiri atas 1.946 sapi potong, 652 kerbau, 6.122 kambing, dan 3.249 domba.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir M Daud, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha.
“Kami ingin memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan tidak ada hewan berpenyakit yang dijual bebas kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang intensif dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Banten berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan aman, sehat, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban.