Pertanian Modern PM-AAS Resmi Dimulai di Kota Serang, Dorong Produktivitas dan Smart Farming di Banten

Sumber Gambar :

Upaya modernisasi sektor pertanian terus diperkuat melalui pelaksanaan program Pertanian Modern – Tanam Perdana Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digelar di wilayah Kecamatan Kasemen, tepatnya di Kelurahan Margaluyu dan Kelurahan Kilasah, pada 5 Mei 2026.

Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kota Serang sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.

PM-AAS dilaksanakan di empat titik lahan dengan total luas mencapai 100 hektare, meliputi lahan kelompok tani Sri Mekar seluas 30 hektare, Sri Bunga Ambon I seluas 20 hektare, Sri Bunga Ambon Jaya seluas 30 hektare, serta Masyarakat Guyub I seluas 20 hektare. Program ini menargetkan produktivitas padi sebesar 6 hingga 6,5 ton per hektare dengan waktu tanam dimulai pada awal Mei 2026 dan didukung sumber irigasi dari DI Pamarayan.

Sebanyak 90 petani kooperator terlibat langsung dalam program ini yang berasal dari empat kelompok tani. Kehadiran para petani menjadi bagian penting dalam penerapan sistem pertanian modern berbasis kolaborasi dan pengelolaan kolektif.

Program PM-AAS mengusung enam prinsip utama pertanian modern, yaitu sistem tanam rapat dalam baris untuk meningkatkan populasi tanaman, efisiensi penggunaan sumber daya, pemanfaatan mekanisasi pertanian, pengelolaan skala luas berbasis korporasi, intensifikasi produksi, serta penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi.

Dari sisi dukungan teknis, program ini menggunakan varietas padi Inpari 32 dengan dukungan sarana produksi berupa pupuk urea, NPK, silika, pupuk organik padat, dolomit, serta perlindungan tanaman sesuai kebutuhan lapangan. Selain itu, sistem irigasi teknis yang telah tersedia turut mendukung optimalisasi budidaya.

Modernisasi pertanian dalam PM-AAS juga diperkuat melalui penggunaan berbagai alat dan mesin pertanian modern seperti traktor roda dua dan roda empat, *drum seeder* (atabela), *drone sprayer*, hingga *combine harvester*. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses budidaya hingga panen.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari prioritas pengembangan pertanian modern melalui mekanisasi, digital farming, efisiensi irigasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan ketahanan pangan berbasis *smart agriculture system*.

Melalui implementasi PM-AAS, diharapkan sektor pertanian di Provinsi Banten semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem budidaya yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.


Share this Post