Gerakan Tanam PM-AAS Perkuat Swasembada Pangan
Sumber Gambar : Dokumentasi PribadiLebak – Jumat (31/07/2026), Dinas Pertanian Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) Padi Metode PM-AAS di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan luas tanam, produktivitas padi, serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi budidaya modern yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Gerakan tanam ini juga merupakan bentuk implementasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gerakan Tanam, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, anggota legislatif, penyuluh pertanian (PPL), hingga para petani. Sinergi yang terjalin antara Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dengan para penyuluh pertanian dinilai berjalan sangat baik dan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan pertanian di lapangan. Selain itu, Desa Cipuncang dan Desa Cikesik telah diusulkan sebagai lokasi pembangunan sumur bor guna memperkuat ketersediaan air irigasi, sehingga diharapkan mampu menunjang peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Hingga akhir Juni 2026, Kabupaten Lebak telah merealisasikan produksi padi sekitar 475 ribu ton dari target tahunan sekitar 691 ribu ton. Dengan capaian tersebut, Kabupaten Lebak optimistis mampu melampaui target produksi pada akhir tahun. Dalam mendukung pencapaian tersebut, pelaksanaan Program PM-AAS terus diperluas sebagai salah satu strategi peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya modern. Target pendampingan penyuluh pertanian yang semula ditetapkan 100 hektare per penyuluh disesuaikan menjadi sekitar 30 hektare per penyuluh di Kabupaten Lebak dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan sumber daya air dan karakteristik wilayah.
Metode PM-AAS merupakan inovasi budidaya padi yang mengadopsi berbagai teknologi pertanian modern dari berbagai negara dan dipadukan dengan inovasi yang telah berkembang di Indonesia, seperti System of Rice Intensification (SRI) dan sistem Jajar Legowo. Teknologi ini menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya mengurangi kebutuhan tenaga kerja tanam, menghemat biaya produksi, mempercepat proses tanam karena tidak memerlukan persemaian selama 11–15 hari, serta memanfaatkan alat sederhana berupa drum seeder untuk penanaman benih secara langsung. Dengan penerapan teknologi tersebut, produktivitas padi diharapkan mampu mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare, sehingga dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan pentingnya menjaga keberadaan lahan sawah produktif agar tidak beralih fungsi secara tidak terkendali. Perlindungan lahan pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan produksi pangan di masa depan. Pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pembentukan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian di Kementerian Pertanian sebagai bentuk penguatan pembangunan infrastruktur pertanian nasional.
Selain peningkatan produksi di tingkat budidaya, pemerintah turut mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah hasil panen dapat dinikmati oleh petani. Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian di daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan capaian Provinsi Banten yang telah mampu memasok sekitar 1.500 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji di Arab Saudi melalui pengolahan oleh PT Wilmar, yang menjadi bukti bahwa kualitas beras produksi petani Banten telah memenuhi standar nasional maupun internasional.
Melalui Gerakan Tanam Padi Metode PM-AAS, Dinas Pertanian Provinsi Banten terus berkomitmen mendorong penerapan inovasi teknologi budidaya, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Provinsi Banten diharapkan mampu terus meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Informasi Selengkapnya:
https://www.tiktok.com/@dinaspertanianbanten/photo/7668589779465850129?is_from_webapp=1&sender_device=pc