Monitoring dan Evaluasi IRPOM Perkuat Ketahanan Pangan
Sumber Gambar : Dokumentasi PribadiSerang – Rabu (29/07/2026), Dinas Pertanian Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pemanfaatan bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpip), dan Mesin Pompa Air Tahun Anggaran 2024–2025 yang bertempat di Kelompok Tani (Poktan) Taman Tani 2, Kecamatan Taktakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah telah dimanfaatkan secara optimal, beroperasi sesuai peruntukannya, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, seluruh bantuan irigasi pertanian dan mesin pompa air Tahun Anggaran 2024–2025 telah selesai dibangun maupun didistribusikan serta beroperasi secara aktif untuk memenuhi kebutuhan air irigasi kelompok tani. Total bantuan yang telah direalisasikan mencapai 3.721 unit, yang terdiri atas 578 unit Irigasi Perpompaan Tahun 2024, 300 unit Irigasi Perpipaan Tahun 2024, 30 unit Irigasi Perpompaan Tahun 2025, 2.667 unit Mesin Pompa Air Tahun 2024, dan 146 unit Mesin Pompa Air Tahun 2025. Seluruh bantuan tersebut memanfaatkan sumber air sungai dan air permukaan untuk mengairi lahan pertanian secara lebih efektif.
Program bantuan ini telah memberikan layanan pengairan pada lahan pertanian seluas 40.400 hektare serta memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami dengan Indeks Pertanaman (IP) 100 atau satu kali tanam dalam setahun, kini meningkat menjadi IP 200 hingga IP 300, sehingga petani dapat melakukan dua hingga tiga kali musim tanam setiap tahun. Peningkatan intensitas tanam tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, keberadaan mesin pompa air juga terbukti menjadi solusi efektif dalam menghadapi musim kemarau, khususnya untuk menyelamatkan lahan sawah tadah hujan dari risiko kekeringan dan gagal panen (puso).
Secara umum, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa seluruh program bantuan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan mesin pompa air telah berjalan sesuai target serta memberikan manfaat yang nyata bagi petani. Ke depan, Dinas Pertanian Provinsi Banten akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap operasional seluruh unit bantuan, mendorong kelompok tani untuk melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana irigasi secara berkelanjutan, serta menjadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pertanian berikutnya. Melalui upaya tersebut, Dinas Pertanian Provinsi Banten berkomitmen mendukung keberhasilan Program Perluasan Areal Tanam (PAT), meningkatkan produksi padi, memperkuat mitigasi kekeringan, serta mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
Informasi Selengkapnya:
https://www.tiktok.com/@dinaspertanianbanten/photo/7667941958156913936?is_from_webapp=1&sender_device=pc