Untuk perkebunan durian dan pisang, Distan Banten siapkan 1.000 hektare

Untuk perkebunan durian dan pisang, Distan Banten siapkan 1.000 hektare

 Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menyampaikan paparan pada forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pertanian Provinsi Banten, di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) di Serang, Kamis. (Mulyana)

Kamis, 5 Maret 2020 22:07 WIB

"Persiapan pengembangan perkebunan durian dan pisang di lahan sekitar 1.000 hektar, direncanakan di Pandeglang Selatan"

Serang (ANTARA) - Dinas Pertanian Provinsi Banten menyiapkan sekitar 1.000 hektare lahan di wilayah Banten Selatan untuk pengembangan usaha perkebunan durian dan pisang.

"Persiapan pengembangan perkebunan durian dan pisang di lahan sekitar 1.000 hektar, direncanakan di Pandeglang Selatan," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid,  usai berbicara pada forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pertanian Provinsi Banten, di Serang, Kamis.

Ia mengatakan, pengembangan tanaman pisang tersebut untuk memenuhi pasokan bagi industri sale pisang di daerah wisata Sawarna yang permintaannya cukup tinggi. Saat ini, sebagian besar pisang untuk industri sale itu didatangkan dari luar Banten.

"Industri rumahan sale pisang di Sawarna itu produksinya 5 ton per bulan dengan kebutuhan pisang sekitar 50 ton per bulan. Untuk memenuhinya kita akan fokus pada pengembangan dalam skala usaha besar," kata Agus.

Menurutnya, pada 2021 pihaknya akan fokus pada beberapa komoditas unggulan seperti durian, pisang, manggis, kopi dan beberapa komoditas lainnya.

Selain durian dan pisang, pihaknya juga mengembangkan tanaman jengkol dengan pola bisnis yang lebih besar. Sedangkan tanaman kopi akan dikembangkan oleh rakyat tetapi melalui dukungan Pemda Banten yang difokuskan di Kabupaten Serang, Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

"Pada 2021 kami akan fokus pada beberapa komoditas yang mampu punya nilai tambah, nilai tambah yang tinggi terhadap pendapatan petani Banten. Salah satunya mengembangkan skala-skala usaha ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh pasar," kata dia.

Selain itu, kata dia, perlu juga peningkatan infrastruktur pertanian seperti peningkatan jalan usaha tani di beberapa kecamatan yang dianggap masih sangat ketinggalan seperti di Kecamatan Warasalam Lebak dan Cikeusik Pandeglang.
 

Pewarta : Mulyana
Editor : Sambas
COPYRIGHT © ANTARA