Kebijakan Mentan Dinilai Sangat Tegas Kendalikan Impor

Kebijakan pangan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman dalam mengendalikan impor untuk wujudkan ketahanan sekaligus kedaulatan pangan dinilai tepat.

Pasalnya Indonesia dengan penduduk yang besar membutuhkan kedaulatan pangan.

“Indonesia memiliki penduduk 262 juta jiwa membutuhkan pangan yang amat banyak. Ketergantungan pada impor pangan beresiko besar terhadap ketahanan pangan dan akan mengancam kedaulatan kebijakan pangan NKRI,” ujar Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi, Jumat (3/11).

Lebih lanjut Dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB itu menegaskan petani pangan Indonesia jumlahnya besar. Kondisinya masih perlu dilindungi pemerintah dan ditingkatkan kesejahteraanya.

“Sementara masih ada sekitar 10 persen rakyat termasuk kategori konsumen pangan miskin,” ujar dia.

Karena itu, Gandhi menilai produktivitas pangan dan efisiensi akan tercapai bila didukung oleh pemerintah. Keberpihakan pemerintah terhadap rakyat untuk menjaga ketahanan pangan, mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan adalah sebuah keharusan.

”Indonesia harus berdaulat pangan dengan cara mencukupi pangan dari produksi sendiri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta melindungi dan menyejahterakan petani dan rakyatnya,” sebutnya.

“Jadi ini bukan semata soal kerja sama ekspor-impor yang saling menguntungkan, tetapi terkait yang lebih luas yaitu ketahanan dan kedaulatan pangan,” imbuhnya.

Faktanya, menurut Gandhi, pada negara-negara lain juga menjaga pangan dan melindungi petani dan rakyatnya sesuai rambu-rambu International Trade.

“Ya menurut saya, kami sambut baik atas saran positif seperti meningkatkan penelitian dan pengembangan guna meningkatkan produktivitas, membenahi infrastruktur maupun pendampingan kepada petani,” ujarnya.

Saran-saran tersebut in-line dengan program-program yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Yakni membangun infrastruktur air dan lahan besar-besaran, mekanisasi pertanian, juga banyak penemuan teknologi bidang benih, bibit dan rekayasa teknik budidaya dan lainnya.

“Kebijakan pada era Pemerintahan Jokowi-JK ini sangat jelas, Negara hadir di tengah-tengah rakyat guna mewujudkan kedaulatan pangan. Apalagi Mentannya Andi Amran Sulaiman, wah sangat berkomitmen tinggi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat. Amran lah yang mendesain roadmap Visi Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045,” lanjut Ghandi

Dengan demikian, kata Gandhi, kebijakan Mentan Amran sangat tegas mengendalikan impor pangan. Indonesia bukan negara anti impor, bahkan senantiasa menjaga hubungan antar negara saling menguntungkan.

“Saya selalu mengikuti berita-berita selama ini, sehingga tahu persis kebijakannya. Impor dilakukan pas sesuai kebutuhan saja, bukan berdasar keinginan. Itu juga sesuai amanat Undang-Undang Pangan kita. Amran banyak membuat program terobosan guna menggenjot produksi tinggi untuk mencukupi konsumsi pangan,” bebernya.

Buktinya sejak 2016 sudah swasembada padi, cabai, bawang merah dan dan pada 2017 swasembada jagung.

“Bahkan ditargetkan maksimal pada tahun 2020 akan swasembada kedelai dan bawang putih,” tandas Gandhi.[]

 

 

Sumber: https://www.jpnn.com

Related Post

Pengawasan keamanan produk menjelang Idul Fitri, 07 Juni 2018

FGD penyusunan pedum bantuan pengembangan unggas lokal, Bogor 5 juni 2018

Pembinaan POPT Wilayah Kab. Tangerang, 05 Juni 2018

Kegiatan Workshop Pengembangan Unggas Lokal Di BPMSPH Bogor, 05 Juni 2018

Pembinaan POPT Wilayah 2 Kab. Lebak, 04 Juni 2018

Rapat koordinasi serapan gabah di Provinsi Banten, 04 Juni 2018

Survey dan Persiapan Program Bekerja di Kab. Pandeglang, 31 Mei 2018

Safari Ramadhan 1439 H, Di Ponpes Al-khairiyah Cilegon. 30 Mei 2018

Pengawasan produk asal hewan, 28 Mei 2018

Apel gabungan dan rapat evaluasi seluruh pegawai pemprov, 28 Mei 2017

Sosialisasi rekomendasi perijinan lalu lintas hewan dan produk hewan, 24 Mei 2018

Safari Ramadhan ke Kec. Tirtayasa, 23 Mei 2018

Kunjungan DPRD Sulteng ke Dinas Pertanian Provinsi Banten, 23 Mei 2018

FGD Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Banten, 23 Mei 2018

Rapat Gubernur Banten dengan TPID Provinsi Banten, 21 Mei 2018

Musenbangtan Tahun 2018, 21 Mei 2018

Form Pengaduan
Statistik Kunjungan
User Online
:
27
Today Visitor
:
1.441
Month Visit
:
5.912
Total Visit
:
414.639
Your IP
:
54.81.158.195
Alamat
  • Pemerintah Provinsi Banten

    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
    Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kec. Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

     

    Telp :
    (0254) 267032

    Fax : 
    (0254) 267033

    Kode Pos : 
    42171

     

Copyright © 2014 DISPERTAN.BANTENPROV.GO.ID

Supported By Diskominfo-SP Provinsi Banten