Kementan Minta Peternak Terapkan Prinsip Animal Welfare

Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau kepada para peternak unggas lokal agar memperbaiki manajemen pemeliharaan dan menerapkan prinsip-prinsip animal welfare. Penerapan prinsip animal welfare penting dilakukan guna mendorong pengembangan unggas lokal agar berdaya saing.

Hal tersebut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita saat menyaksikan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Usaha Peternakan Unggas Lokal di Kabupaten Kutai Timur yang dilakukan antara General Manager PT Kaltim Prima Coal, Bupati Kutai Timur, dan Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli). Penandatanganan kesepakatan bersama dilaksanakan pada 2 Maret 2017 di kantor Ditjen PKH yang juga disaksikan perwakilan dari PT Sumber Unggas Indonesia dan PT Putra Perkasa Genetika.  

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (5/3), I Ketut Diarmita menyampaikan, kerja sama yang dilakukan harus ada implementasinya. “Kita dorong unggas lokal untuk dapat berdaya saing,” kata I Ketut Diarmita. 

Dia melanjutkan, permasalahan perunggasan nasional saat ini adalah adanya kelemahan manajemen pemeliharaan. Masalah itu tentu harus dibahas dan diselesaikan secara bersama. Karena itu, dia berharap, penandatangan kesepakatan bersama dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan unggas yang ada di Indonesia.

Pada bagian lain I Ketut Diarmita menyampaikan, Kementan menginginkan agar Gross Domestic Product (GDP) Indonesia bisa meningkat. Karena itu, pelaku industri perunggasan diminta untuk melakukan ekspor, terutama perusahaan integrator. “Guna mendapatkan persetujuan dari negara calon pengimpor, maka ayam hidup harus berasal dari peternakan ayam yang telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas flu burung (Avian Influenza/AI) dari Kementan.

“Untuk itu, kami meminta agar hasil-hasil penelitian dapat diimplementasikan. Jika kita tidak mau berubah, maka kita sendiri yang akan digilas oleh perubahan itu,” kata I Ketut Diarmita. 

Perdagangan antarnegara saat ini, kata I Ketut Diarmita, menuntut adanya informasi tentang bagaimana hewan dipelihara, diangkut, dan disembelih. Karena itu, penerapan kesejahteraan hewan dituntut untuk melekat pada informasi produk hewan yang dijual.

“Tanpa dukungan masyarakat, sulit rasanya mencapai kemajuan dalam memberlakuan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan untuk meningkatkan daya saing produk hewan di Indonesia,” kata I Ketut Diarmita. 

Ketua DPP Himpuli Ade Meirizal Zulkarnain mengatakan, menindaklanjuti arahan Dirjen PKH Kementan agar mendorong unggas lokal untuk dapat berdaya saing, maka Himpuli memanfaatkan hasil penelitian Kementan, yaitu ayam SenSi Agrinak (ayam Sentul Tersertifikasi) dan ayam KUB (ayam Kampung Unggul Balitnak) dalam kerja sama tersebut.

“Penggunaan ayam dan itik lokal yang tersertifikasi dalam usaha ini diharapkan dapat diikuti oleh peternak yang lain,” kata Ade.

Menurut Ade, dalam kerja sama pengembangan usaha peternakan unggas lokal di Kabupaten Kutai Timur, Himpuli menggandeng salah satu perusahaan batu bara terbesar se-Asia. yaitu  PT Kaltim Prima Coal (PT KPC). Usaha yang akan dilakukan dalam kerja sama tersebut adalah usaha pembibitan ayam Sentul yang merupakan plasma nutfah ayam asli Jawa Barat melalui kerja sama dengan PT Sumber Unggas Indonesia.  Sedangkan pembibitan dan budidaya itik di Kaltim akan dilakukan oleh PT Putra Perkasa Genetika yang bekerja sama dengan kelompok peternak di Provinsi tersebut. 

“Masuknya PT KPC merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sumber daya genetik ternak asli Indonesia. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.  

Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan, penandatanganan kerja sama diharapkan akan dapat mendukung program pengembangan pemberdayaan masyarakat atau community development programme di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

“Ini sudah sesuai dengan program Nawacita Presiden Jokowi untuk pengembangan wilayah pinggiran,” katanya. 

Dia pun berharap, peternak ayam lokal Kutai Timur yang dulunya menjadi juara 1 tingkat nasional, tidak akan mendapatkan masalah lagi dalam pengadaan bibit. “Karena saat ini sudah ada kerja sama dengan PT KPC,” ujar Ismunandar. []

 

 

Sumber: http://www.republika.co.id/

Related Post

Rapat pembahasan retribusi, sertifikasi dan pengawasan benih di UPTD BPSBTPH, 15 Juni 2017

Pengawasan produk hewan, kerjasama antara Diatan Provinsi dengan Dinas Peternakan Kab. Lebak, 15 Juni 2017

Buka puasa bersama seluruh komponen Petugas POPT dilingkup UPTD BPTPH, 14 Juni 2017

Rapat evaluasi serangan OPT wereng batang coklat di Provinsi Banten, 14 Juni 2017

FGD bersama Swiss German University tentang destinasi agrowisata kampung kakao di Provinsi Banten, 14 Juni 2017

Rapat koordinasi penetapan ATAP Tahun 2016 dan ARAM Tahun 2017, 08 Juni 2017

Gerakan Tanam Jagung Oleh Gempita Di Kab. Serang, 08 Juni 2017

Gerakan Tanam Jagung Oleh Gempita Di Kab. Serang, 08 Juni 2017

In house training biosafety dan teknik elisa rabies di UPTD BPPV, 08 Juni 2017

Rapat percepatan realisasi anggaran UPTD BBITPH Tahun 2017, 06 Juni 2017

Rapat teknis pengendalian OPT di UPTD BPTPH, 02 Juni 2017

Kunker DPRD Provinsi Banten dan Distan Prov Banten ke Dinas Pertanian Kab. Garut, 02 Juni 2017

Form Pengaduan
Statistik Kunjungan
User Online
:
16
Today Visitor
:
70
Month Visit
:
5.251
Total Visit
:
319.991
Your IP
:
54.198.1.167
Alamat
  • Pemerintah Provinsi Banten

    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
    Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kec. Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

     

    Telp :
    (0254) 267032

    Fax : 
    (0254) 267033

    Kode Pos : 
    42171

     

Copyright © 2014 DISPERTAN.BANTENPROV.GO.ID

Supported By