Target Mentan Serap Empat Ton Gabah Hingga Agustus

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan serapan gabah petani minimal empat juta ton setara beras dalam waktu enam bulan ke depan, guna mengendalikan harga gabah yang anjlok pada panen musim hujan sehingga membuat petani menderita.

"Target kita adalah 4 juta ton dalam waktu enam bulan. Itu adalah arahan dari Presiden," kata Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, saat menggelar Rapat Gabungan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Amran menjelaskan, gabah petani akan diserap melalui Bulog sebesar 70 persen pada tiga bulan ke depan dan target serapan per divisi regional Bulog akan dievaluasi capaiannya setiap hari. Dengan begitu, ia optimis target serapan 4 juta ton gabah setara beras ini mampu dicapai, mengingat pula pada 2016 Indonesia tidak mengimpor beras dengan dukungan Bulog yang menyerap gabah petani.

Bulog Bersiap

Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran lebih dari Rp30 triliun untuk menyerap gabah dan beras petani.  “kami siap dengan anggaran lebih dari Rp30 triliun untuk (membeli) beras dan gabah," ungkapnya.

Tri menuturkan, Bulog sendiri tetap mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar ham/kotoran maksimum 10 persen adalah sebesar Rp 3.700 per kilogram di petani. Sampai nantinya, ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang baru yang mengatur harga gabah.

"Kalau diubah akan fleksibel lagi, nanti akan kita serap semua. HPP tetap tapi ada refraksi. Bulog dengan Kementan akan cepat, uang ini juga akan muter yang jelas tidak ada kendala gudang dan dana dijamin Kemenkeu," tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Bulog telah mempunyai mesin pengering gabah sebanyak 50 mesin, di mana mesin yang siap beroperasi sebanyak 35 mesin. Pihaknya juga berencana menggandeng pihak swasta untuk pengeringan gabah.

Seperti dilansir Antara, dalam rapat koordinasi tersebut, hadir juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Direktur Utama Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani Wahyu dan kepala dinas pertanian provinsi se-Indonesia.

Panglima TNI Gatot Nurmatyo mengatakan TNI akan mengawal pembelian gabah pada tingkat petani seharga Rp3700. "Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima hanya Rp2.800. Saya minta Kodim agar membeli gabah langsung dari petani dan bila perlu disimpan di Kodim kalau tidak ada tempat penampungan lagi," kata Gatot.[]

 

 

Sumber: http://www.harianterbit.com/ 

 

 

Related Post

Perlombaan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, 18 Agustus 2017

Upacara 17 Agustus 2017

Penilaian angka kredit bagi fungsional pengawas benih Provinsi Banten, 16 Agustus 2017

Pembekalan Materi kepada mahasiswa baru UNTIRTA, 16 Agustus 2017

Mengikuti Rapat Pripurna di DPRD Provinsi Banten, 16 Agustus 2017

Kunjungan Distan Prov. Banten ke SMK 2 Kab. Serang dalam rangka pengembangan kultur jaringan, 15 Agustus 2017

Temu Lapang SLPHT Cabai Merah di Kab. Serang, 15 Agustus 2017

Rapat tindak lanjut pengembangan kakau dengan DRD Provinsi Banten, 11 Agustus 2017

Workshop pembekalan teknis alsin pascapanen tanaman pangan, 09 Agustus 2017

Peran serta Dinas Pertanian Provinsi Banten dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke 72, 09 Agustus 2017

Penataan data pegawai non PNS lingkup Dinas Pertanian Provinsi Banten, 09 Agustus 2017

Koordinasi lingkup UPTD BPSBTPH Komoditas Pangan, 09 Agustus 2017

Form Pengaduan
Statistik Kunjungan
User Online
:
17
Today Visitor
:
124
Month Visit
:
3.834
Total Visit
:
332.962
Your IP
:
54.196.126.39
Alamat
  • Pemerintah Provinsi Banten

    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani
    Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kec. Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

     

    Telp :
    (0254) 267032

    Fax : 
    (0254) 267033

    Kode Pos : 
    42171

     

Copyright © 2014 DISPERTAN.BANTENPROV.GO.ID

Supported By